Kritik Generasi Milenial untuk Gen Z

Ririn Mustika

Dok.Wikihow

Perkembangan zaman dan teknologi mengubah kehidupan manusia. Pada era globalisasi ini, atau yang dalam bahasa gaulnya disebut zaman now terdapat lima generasi yang lahir dan tumbuh di zaman yang berbeda-beda.

Saya termasuk generasi milenial yang hidup pada masa peralihan teknologi analog ke teknologi digital. Rasanya sungguh berbeda ketika melihat pertumbuhan gen Z di lingkungan sekitar, apalagi saya guru yang menghabiskan banyak waktu bersama generasi Z.

Pada saat ini generasi Z menjadi komposisi utama dalam sebuah negara. Keberadaan mereka sangat berpengaruh pada perkembangan dan kemajuan negara ini sehingga gen Z dianggap sebagai bonus demografi karena angka kelahirannya pesat. Sebagai negara yang memiliki jumlah populasi gen Z yang lebih banyak daripada generasi milenial, tentu saja hal ini diharapkan dapat menjadi tombak baru untuk membantu perkembangan negara, khusunya pada bidang perekonomian.

Gen Z yang sudah tumbuh dan berkembang bersama teknologi tentu sangat mudah beradaptasi dengan banyak kebaruan. Dengan kemampuan tersebut banyak anak muda zaman sekarang yang sudah menghasilkan uang memanfaatkan teknologi.

Salah satu contoh yang saya lihat di sekolah adalah memakai gadget sebagai media pembelajaran. Ketika berdiskusi di dalam kelas, mereka sering mempertanyakan hal-hal yang mereka temukan di media sosial. Dan tak jarang juga saya mendapat pengetahuan baru dari mereka tentang perkembangan dunia saat ini.

Namun, di luar kelebihan mereka dalam menggunakan teknlogi dan gadget sebagian besar gen Z mengalami krisis karakter karena terseret arus globalisasi yang perlahan memengaruhi lalu mengubah perilaku budaya bawaan mereka. Sudah banyak kebudayaan luar yang masuk dalam kehidupan lalu melunturkan etika dan nilai-nilai tradisional. Saya sering mendapati tingkah laku mereka di luar nalar. Sebagai generasi milenial, saya merasa gen Z membutuhkan pendidikan karakter yang lebih dalam lagi.

Untuk kegiatan pembelajaran, butuh usaha dan metode kreatif sekaligus inovatif agar mereka bisa menerima materi pembelajaran dengan baik. Saya harus memadukan penggunakan buku digital dan diskusi untuk membangun suasana belajar yang menyenangkan.

Ketika terbentur masalah, sebagian gen Z akan memposisikan dirinya secara berlebihan untuk mengekspresikan apa yang sedang terjadi.

Namun, tak bisa dipungkiri juga bahwa gen Z ini adalah generasi yang sangat kreatif dan terampil. Ketika mereka diberi sesuatu lalu diminta untuk menjadikan itu hal yang menarik, maka mereka bisa mengerjakannya. Bahkan hasilnya juga akan melebihi ekspektasi para guru. Mereka juga sering memberikan ide-ide kreatif dan berani untuk mengeluarkan pendapat mengenai sesuatu yang sedang mereka pikirkan.

Hanya saja gen Z ini cenderung memiliki sifat malas dan ingin cara instan. Mereka langsung ingin menghasilkan sesuatu tanpa berproses terlebih dahulu. Ketika melakukan kegiatan atau suatu hal yang menurut mereka tidak sesuai dengan passion, maka mereka akan memilih berhenti.

Sebagai guru dari generasi milenial yang sedang berhadapan dengan gen Z pada bidang pendidikan, yang perlu saya lakukan saat ini adalah membantu mereka untuk menghadapi dunia luar yang akan mereka hadapi. Membantu memperlihatkan kenyataan yang sebenarnya di luar sana sekaligus memberi pandangan terhadap dunia kerja. Sebab, saaat ini kita sama-sama tahu bahwa dunia sebenarnya ada di luar ponsel.



Genre: Nonfiksi

Tema: Sosiologi